Wednesday, 2 March 2016
LANGKAH-LANGKAH PERTAMA YANG HARUS DILAKUKAN PERTAMA DALAM STUDI KELAYAKAN BISNIS
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Dalam melakukan studi kelayakan bisnis langkah pertama yang perlu ditentukan adalah sejauh mana aspek-aspek yang mempengaruhi bisnis akan diteliti. Kemudian masing-masing aspek tersebut perlu dianalisis sehingga bisa mempunyai gambaran kelayakan masing-masing aspek. Untuk itulah diperlukan alat dan kerangka analisis untuk menganalisis data-data yang diperoleh dari berbagai sumber baik data sekunder maupun data primer dan biasanya merupakan gabungan kedua sumber data tersebut. Dalam rangka melakukan studi kelayakan bisnis maka perlu didesain terlebih dahulu mengenai jenis data, sumber data dan cara memperolehnya. Desain ini dilakukan sangat tergantung pada tujuan investasi yang telah ditetapkan.
Studi kelayakan bisnis biasanya akan dimanfaatkan oleh berbagai pihak seperti pihak manajemen perusahaan, investor atau calon investor, mitra usaha, pemerintah, perbankan atau kreditor, dan masyarakat. Oleh karena itu, hendaknya hasil studi kelayakan bisnis tersebut diadministrasikan dalam suatu bentuk pelaporan yang relatif standar, walaupun hingga saat ini belum ada standar pelaporan yang dianggap paling benar. Kadang-kadang suatu institusi memiliki standar pelaporan hasl studi kelayakan bisnis yang mereka kehendaki, sehingga mau tidak mau pembuatan pelaporannya menyesuaikan dengan standar yang telah ditentukan tersebut. Dalam pembuatan desain pelaporan studi kelayakan bisnis seringkali dilakukan berbagai modifikasi, hal ini disebabkan oleh berbagai keterbatasan dalam penelitiannya.
B. Rumusan Masalah
1. Apa saja aspek-aspek yang dianalisis dalam desain studi kelayakan bisnis ?
2. Apa saja jenis data dan sumber data dalam studi kelayakan bisnis ?
3. Bagaimana cara memperoleh data dalam studi kelayakan bisnis ?
4. Bagaimana kerangka/alat analisis data yang digunakan dalam studi kelayakan bisnis ?
C. Tujuan Masalah
1. Mengetahui apa saja aspek-aspek yang dianalisis dalam desain studi kelayakan bisnis.
2. Mengetahui apa saja jenis data dan sumber data dalam studi kelayakan bisnis.
3. Memahami bagaimana cara memperoleh data dalam studi kelayakan bisnis.
4. Memahami bagaimana kerangka/alat analisis data yang digunakan dalam studi kelayakan bisnis.
BAB II
PEMBAHASAN
A. ASPEK-ASPEK YANG DIANALISIS
Dalam studi kelayakan bisnis terdapat beberapa aspek yang harus dianalisis, yaitu :
a. Aspek hukum, berkaitan dengan legalitas keberadaan bisnis yang akan dijalankan baik dari segi perjanjian maupun dari segi badan hukumnya. Serta bertujuan untuk meneliti keabsahan, kesempurnaan, dan keaslian dari dokumen-dokumen yang dimiliki.
b. Aspek pasar dan pemasaran, berkaitan dengan potensi pasar produk yang akan dipasarkan, analisis kekuatan pesaing, estimasi penjualan yang mungkin bisa diraih (market share).
c. Aspek teknis/operasi dan teknologis, berkaitan dengan pemilihan lokas bisnis, pemilihan mesin dan peralatan yang sesuai dengan kapasitas produksi, penataan layout serta pemilihan teknologi yang seuai.
d. Aspek manajemen dan organisasi, berkaitan dengan manajemen dalam pembangunan fisik serta manajemen dalam operasionalnya dan struktur organisasi.
e. Aspek sosial, ekonomi, dan budaya, mencakup pengaruh proyek terhadap kehidupan sosial, budaya dan perekonomian secara makro dan lain sebagainya.
f. Aspek keuangan, berkaitan dengan sumber dan penggunaan dana serta proyeksi pengembaliannya dengan tingkat biaya modal dari masing-masing sumber dana yang bersangkutan.
g. Analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL), berkaitan dengan dampak yang ditimbulkan oleh adanya bisnis tersebut terhadap lingkungan baik lingkungan air, darat dan udara.
B. JENIS DAN SUMBER DATA
Jenis Data
Secara umum jenis data yang diperlukan dalam studi kelayakan bisnis adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif biasanya berupa data mengenai uraian dalam bentuk kalimat secara naratif dan sulit diukur dengan angka bahkan tidak bisa diukur. Sedangkan data kuantitatif adalah data yang dapat diukur dengan angka atau dapat dikuantifikasikan.
Sumber Data
Dalam studi kelayakan bisnis sumber data diperoleh baik dari sumber primer maupun sumber sekunder. Sumber primer (langsung dari objek yang diteliti) yaitu data yang diperoleh masih belum mengalami pengolahan lebih lanjut atau modifikasi. Sedangkan data yang yang berasal dari sumber sekunder (tidak langsung dari objek yang diteliti) adalah data yang biasanya sudah mengalami pengolahan lebih lanjut atau telah mengalami modifikasi. Penggunaan kedua sumber data tersebut tergantung dari kondisi dimana data tersebut dibutuhkan.
C. CARA MEMPEROLEH DATA
Terdapat beberapa cara untuk memperoleh dan menggali data, di antaranya adalah observasi (pengamatan langsung dilapangan), tanya jawab, dan kuisioner, yang biasanya digunakan untuk menggali sumber data primer serta dokumentasi yang biasanya digunakan untuk menggali data sekunder. Penggalian data tersebut jelas memerlukan dana, waktu dan tenaga yang relatif besar tergantung banyaknya variasi data yang ingin digali terlebih jika data tersebut merupakan data primer.
D. KERANGKA ATAU ALAT ANALISIS DATA
Untuk melakukan analisis data umumnya memakai analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif adalah analisis yang digunakan untuk menganalisis data yang bersifat kualitatif. Hasil dari analisis ini adalah berupa uraian dalam bentuk naratif, selain itu analisis kualitatif juga bisa mempertajam hasil analisis kuantitatif. Sedangkan analisis kuntitatif lebih menekankan pada penggunaan model-model statistik seperti penggunaan least square, analisis regresi, dan model-model perhitungan lain yang sesuai. Untuk melihat hubungan antara aspek-aspek studi kelayakan bisnis dengan jenis data yang dibutuhkan, sumber data, cara memperoleh data, dan kerangka atau alat analisis data dapat dilihat pada tabel dibawah
Tabel 2.1 Hubungan antara Aspek-aspek yang dianalisis, Jenis Data, Sumber Data, Cara Memperoleh Data dan Teknik Analisis Data
Aspek yang
dianalisis Jenis Data Sumber Data Cara Memperoleh Data Teknik Analisis Data
Hukum Kualitatif Primer,
Sekunder Dokumentasi, Observasi, Tanya Jawab Kualitatif, judgement, pelaksanaan bisnis, lokasi bisnis, waktu pelaksanaan bisnis, cara pelaksanaan bisnis, kelengkapan perjanjian.
Sosial Ekonomi dan Budaya Lingkungan Hidup Kualitatif Primer
Sekunder Dokumentasi, Observasi, Kuisioner, tanya Jawab Kualitatif, judgement, analisis manfaat dan pengorbanan dan modal lain yang sesuai.
Pasar dan Pemasaran Kualitatif
Kuantitatif Primer
Sekunder Dokumentasi
Observasi
Kuisioner
Tanya Jawab Model statistik : analisis terend, regresi, model lain yang sesuai, strategi pemasaran yang digunakan.
Teknis dan Teknologi Kualitatif
Kuantitatif Primer
Sekunder Dokumentasi,Observasi, Kuisioner, Tanya Jawab Judgement, analisis biaya, layout, metode transportasi dan model lain yang sesuai.
Manajemen dan Organisasi Kualitatif
Kuantitatif Primer
Sekunder Dokumentasi, observasi, kuisioner, tanya jawab
Judgement, jenis pekerjaan, urut-uruta pengerjaan, lama waktu dan biaya masing-masing pekerjaan, analisis jabatan, struktur organisasi, model lain yang sesuai
Keuangan Kualitatif
Kuantitatif Primer
Sekunder Dokumentasi, observasi kuisioner, tanya jawab. Judgement, analisis sumber dan penggunaan dana, penentuan kebutuhan dana penentuan biaya modal, kreiteria penilaian investasi.
E. FORMAT DESAIN STUDI KELAYAKAN BISNIS
Desain studi kelayakan bisnis bertujuan untuk menunjukkan bagaimana seharusnya laporan studi kelayakan bisnis nantinya disampaikan kepada pihak-pihak yang memerlukan. Karena bersifat umum, maka acuan desain ini perlu dilakukan modifikasi sesuai dengan kebutuhuan pengguna.
Berikut ini disajikan contoh desain pelaporan hasil studi kelayakan bisnis disertai dengan penjelasan secukupnya.
i. JUDUL (OBYEK) STUDI KELAYAKAN BISNIS
ii. KATA PENGANTAR
iii. DAFTAR ISI
iv. DAFTAR TABEL
v. DAFTAR GAMBAR
vi. DAFTAR LAMPIRAN
vii. EXECUTIVE SUMMARY (berisi mengenai obyek penelitian, waktu penelitian, anggota tim peneliti, ringkasan hasil penelitian, dan rekomendasi penelitian).
BAB I : PENDAHULUAN
Pendahuluan harus meliputi antara lain latar belakang masalah mengapa tertarik pada bisnis tersebut, manfaat apa yang bisa diraih jika bisnis itu dilaksanakan, tujuan melakukan bisnis tersebut serta siapa saja yang terkait dalam melaksanakan bisnis tersebut.
BAB II : ASPEK HUKUM
A. Pelaksana Bisnis
Untuk menganalisis siapa pelaksana bisnis, baik badan usahanya maupun orang-orang atau individu-individu yang terlibat sebagai pengambil keputusan (decision maker).
B. Identitas Pelaksana Bisnis
Menjelaskan beberapa identitas pelaksana bisnis, di antaranya kewarganegaraan, informasi bank, keterlibatan dengan kasus perdata dan pidana, serta hubungan keluarga.
C. Bisnis Apa Yang akan Dilaksanakan
Menjelaskan tentang bidang usaha, fasilitas, gangguan lingkungan, dan pengupahan.
D. Lokasi Bisnis
Lokasi bisnis terkait dengan informasi perencanaan wilayah dan status tanah yang akan digunakan untuk berbisnis.
E. Waktu Pelaksanaan Bisnis
Menjelaskan waktu pelaksanaan bisnis, terutama terkait dengan jangka waktu perijinan.
F. Peraturan dan Kelengkapan Perijinan
Menjelaskan peraturan yang terkait dengan bisnis yang akan dijalankan dan kelengkapan ijin yang harus dipenuhi untuk menjalankan bisnis.
G. Rekomendasi
BAB III ASPEK PASAR DAN PEMASARAN
A. Bentuk Pasar
Menjelaskan aspek pasar produsen dan konsumen yang dipilih
B. Mengukur dan meramal permintaan dan penawaran produk yang sejenis dengan produk yang dibuat, baik pada saat ini maupun masa yang akan datang.
C. Segmentasi Pasar, Target, dan Posisi di Pasar
Menjelaskan segmentasi, target, dan posisi produk di pasar, disesuaikan dengan poin A dan B di atas.
D. Situasi persaingan di Lingkungan Industri
Menjelaskan situasi persaingan antar perusahaan yang memproduksi produk sejenis dengan produk yang akan diproduksi perusahaan.
E. Sikap, Prilaku, Kepuasan Konsumen
Menjelaskan bagaimana sikap, prilaku, dan kepuasan konsumen terhadap produk sejenis saat ini.
F. Manajemen Pemasaran
1. Analisis Persaingan
2. Bauran Pemasaran
Menjelaskan bagaimana kondisi persaingan produk sejenis dipasar yang dipilih, serta bagaiman kebijakan bauran pemasaran yang akan dilaksanakan nanti.
G. Rekomendasi
BAB IV : ASPEK TEKNIK / OPERASI DAN TEKNOLOGI
A. Penentuan Lokasi
Dalam memilih lokasi tergantung dari jenis usaha atau investasi yang dijalankan.
B. Pemilihan Teknologi
Berkaitan seberapa jauh derajat mekanisasi yang diinginkan dan manfaat ekonomi yang dikerjakan.
C. Rencana Kapasitas Produksi
Berkaitan dengan berapa jumlah produksi yang dihasilkan dalam waktu tertentu dengan mempertimbangkan kapasitas teknis dan peralatan yang dimiliki serta biaya yang paling efesien.
D. Perencanaan Tata Letak (layout)
Berkaitan dalam penentuan bentuk dan penempatan fasilitas yang dapat menentukan efesiensi produksi/operasi.
E. Penentuan Skala Produksi
F. Rencana Kualitas
G. Manajemen Persediaan
H. Sistem Manajemen Informasi
I. Rekomendasi
BAB V : MANAJEMEN DAN ORGANISASI
A. Penentuan Waktu Pelaksanaan Proyek
Artinya menentukan arah yang akan ditempuh dan kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
B. Pelaksanaan Pembangunan Proyek
Artinya adalah sistem untuk merencanakan, menjadwalkan, serta mengawasi pembangunan proyek dengan efesien.
C. Struktur Organisasi
Struktur organisasi menggambarkan tugas, wewenang, dan tanggung jawab masing-masing bagian.
D. Perencanaan SDM
Artinya suatu kegiatan yang dilakukan secara sistematis untuk meramalkan atau memperkirakan kebutuhan sumber daya manusia dalam suatu bisnis atau usaha.
E. Analisis Pekerjaan
F. Rekrutmen, Seleksi, dan Orientasi
G. Produktifitas, Pelatihan dan Pengembangan, Prestasi Kerja, Kompensasi, Perencanaan Karier, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, pemberhentian.
H. Rekomendasi
BAB VI ASPEK POLITIK, EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA
A. Aspek Politik (Stabilitas politik, arah kebijakan pemerintah, peraturan moneter, birokrasi pemerintah).
B. Ekonomi (analisis biaya dan manfaat dari sisi ekonomi terutama ekonomi masyarakat sekitar proyek).
C. Sosial dan budaya (kebiasaan-kebiasaan, adat istiadat, agama maupun kepercayaan masyarakat dimana bisnis itu akan didirikan dan darah atau tempat distribusi dari output bisnis tersebut).
D. Rekomendasi
BAB VII : ASPEK FINANSIAL
A. Kebutuhan dan alokasi dana
Menjelaskan kebutuhan dana yang harus dipenuhi baik untuk kebutuhan aktiva tetap maupun aktiva tidak tetap.
B. Sumber Dana dan Biaya Modal
Menjelaskan sumber dana yang bisa didapat untuk membiayai kebutuhan investasi.
C. Struktur Finansial
Menjelaskan komposisi keuangan yang akan digunakan untuk menjalankan usaha, baik itu modal sendiri maupun modal yang lain.
D. Estimasi Aliran Kas (cash flow), penjualan, pendapatan yang akan diperoleh, biaya-biaya yang akan dikeluarkan, laba rugi dan neraca usaha, serta proyeksi kemampuan pelunasan hutang.
E. Kriteria Penilaian/perhitungan kelayakan bisnis termasuk analisis Break Even Point (BEP).
F. Rekomendasi
BAB VIII ASPEK LINGKUNGAN HIDUP
A. Menjelaskan bagaimana rencana bisnis dapat dikaji dari aspek yang mengacu pada konsep AMDAL untuk mengetahui kelayakannya.
B. Rekomendasi
SIMPULAN DAN REKOMENDASI
Menjelaskan tentang simpulan hasil analisis masing-masing aspek dan rekomendasi kelayakan rencana bisnis yang direncanakan (layak atau tidak atau layak dengan catatan).
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Melampirkan dokumen-dokumen yang dianggap perlu yang mendukung keseluruhan analisis yang dilakukan termasuk data-data teknis serta gambar-gambar atau sketsa.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Langkah pertama yang perlu dilakukan dalam studi kelayakan bisnis adalah sejauh mana aspek-aspek yang mempengaruhi bisnis yang akan diteliti. Kemudian masing-masing aspek tersebut perlu dianalisis sehingga bisa mempunyai gambaran kelayakan masing-masing aspek sehingga diperlukan alat dan kerangka analisis untuk menganalisis data-data yang diperoleh. Dalam rangka melakukan studi kelayakan bisnis maka perlu di desain terlebih dahulu mengenai jenis data, sumber data, dan cara memperolehnya. Desain ini dilakukan sangat bergantung pada tujuan investasi yang telah ditetapkan. Hasil studi kelayakan bisnis tersebut hendaknya diadministrasikan dalam suatu bentuk pelaporan yang relatif standar, walaupun hingga saat ini belum ada standar pelaporan yang di anggap paling benar. Aspek-aspek yang dianalisis di antaranya adalah aspek hukum, aspek sosial, ekonomi, dan budaya, aspek lingkungan hidup, aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan teknologis, aspek manajemen dan sumber daya manusia, serta aspek keuangan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment